Artikel Kesehatan

Eksim pada Anak: Mengenali Gejala dan Cara Merawat Kulit Sensitif

06 October 2026 Klinik Alunan Bunda
Eksim pada Anak: Mengenali Gejala dan Cara Merawat Kulit Sensitif - Klinik Alunan Bunda Semarang

Eksim pada Anak: Mengenali Gejala dan Cara Merawat Kulit Sensitif

Kulit anak yang kering, gatal, kemerahan, atau mudah mengalami iritasi sering membuat orang tua bertanya-tanya apakah kondisi tersebut merupakan eksim. Keluhan ini cukup umum pada anak, terutama dermatitis atopi yang merupakan salah satu jenis eksim yang paling sering ditemukan pada masa kanak-kanak.

Eksim dapat membuat anak merasa tidak nyaman dan terus ingin menggaruk. Jika berlangsung berulang, kulit dapat menjadi semakin kering, menebal, pecah, bahkan mengalami luka akibat garukan.

Kabar baiknya, kondisi kulit sensitif pada anak dapat dikelola dengan perawatan yang tepat. Orang tua perlu mengenali gejalanya, mengetahui kemungkinan pemicunya, serta memahami kapan anak perlu mendapatkan pemeriksaan.

Apa Itu Eksim pada Anak?

Eksim adalah istilah yang digunakan untuk sekelompok kondisi kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, dan mengalami peradangan. Dermatitis atopi merupakan jenis eksim yang paling umum pada anak.

Dermatitis atopi biasanya mulai muncul sejak usia bayi atau anak-anak. Pada sebagian anak, keluhan dapat membaik seiring bertambahnya usia, tetapi pada anak lainnya dapat terus mengalami kekambuhan hingga remaja atau dewasa.

Eksim juga bukan penyakit menular. Anak dengan eksim tidak dapat menularkan kondisi kulit tersebut kepada teman atau anggota keluarga lainnya.

Apa Saja Gejala Eksim pada Anak?

Gejala eksim dapat berbeda antara satu anak dan anak lainnya. Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • Kulit sangat kering
  • Rasa gatal
  • Kulit bersisik
  • Ruam atau perubahan warna kulit
  • Kulit terasa kasar
  • Benjolan kecil yang terasa gatal
  • Bekas garukan
  • Kulit pecah-pecah
  • Kulit menjadi lebih tebal akibat garukan berulang
  • Luka atau kulit terbuka akibat garukan
  • Pada kondisi tertentu, ruam dapat mengeluarkan cairan dan kemudian berkerak

Rasa gatal merupakan salah satu keluhan utama pada dermatitis atopi. Pada sebagian anak, rasa gatal dapat menjadi sangat mengganggu hingga memengaruhi tidur dan aktivitas sehari-hari.

Di Bagian Tubuh Mana Eksim Sering Muncul?

Lokasi eksim dapat berubah sesuai usia anak.

Pada bayi

Pada bayi, dermatitis atopi sering muncul di bagian wajah, terutama pipi, dahi, atau kulit kepala. Ruam juga dapat muncul pada bagian tubuh lainnya.

Pada anak usia lebih besar

Pada anak antara sekitar usia 2 tahun hingga masa pubertas, eksim sering ditemukan di area lipatan seperti siku dan belakang lutut. Pergelangan tangan, pergelangan kaki, leher, serta bagian tubuh lainnya juga dapat terkena.

Namun, lokasi tersebut bukan patokan mutlak. Eksim dapat muncul di berbagai bagian tubuh tergantung usia dan kondisi masing-masing anak.

Mengapa Anak Bisa Mengalami Eksim?

Eksim, khususnya dermatitis atopi, berkaitan dengan kondisi lapisan pelindung kulit dan respons sistem kekebalan tubuh. Kulit menjadi lebih mudah kering dan sensitif terhadap berbagai faktor dari lingkungan.

Tidak selalu mudah untuk menentukan satu penyebab tunggal. Bahkan, sebagian besar eksim pada anak tidak memiliki satu penyebab yang jelas seperti alergi tertentu.

Beberapa faktor dapat menjadi pemicu atau memperburuk kondisi, seperti:

  • Cuaca terlalu panas atau dingin
  • Keringat
  • Produk perawatan kulit tertentu
  • Pewangi atau parfum
  • Deterjen yang keras
  • Pakaian berbahan tertentu
  • Gesekan pada kulit
  • Stres
  • Kulit yang terlalu kering

Setiap anak dapat memiliki pemicu yang berbeda. Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan pola kapan gejala mulai muncul atau menjadi lebih berat.

Apakah Eksim Sama dengan Dermatitis Atopi?

Istilah eksim dan dermatitis atopi sering digunakan secara bergantian, tetapi sebenarnya memiliki cakupan yang berbeda.

Eksim merupakan istilah yang digunakan untuk beberapa kondisi yang menyebabkan kulit kering, gatal, dan mengalami peradangan.

Sementara itu, dermatitis atopi merupakan salah satu jenis eksim dan merupakan bentuk yang paling umum pada anak.

Jadi, ketika orang tua mendengar istilah "eksim pada anak", kondisi tersebut dapat merujuk pada dermatitis atopi, tetapi tidak semua jenis eksim memiliki penyebab atau karakteristik yang sama.

Bagaimana Cara Merawat Kulit Anak yang Sensitif?

Perawatan kulit sehari-hari merupakan bagian penting dalam membantu mengendalikan eksim. Beberapa kebiasaan sederhana dapat diterapkan di rumah.

1. Gunakan Pelembap Secara Rutin

Kulit yang mengalami eksim cenderung sangat kering. Menggunakan pelembap membantu menjaga kelembapan dan memperkuat fungsi pelindung kulit.

Pilih pelembap berbentuk krim atau salep yang bebas pewangi. Pelembap dapat digunakan setelah mandi dan ketika kulit anak mulai terasa kering.

American Academy of Dermatology menyarankan pelembap digunakan secara rutin, bahkan setidaknya dua kali sehari pada anak dengan eksim.

2. Hindari Produk yang Mengandung Pewangi

Kulit sensitif dapat lebih mudah mengalami iritasi akibat bahan tertentu.

Gunakan produk perawatan kulit yang berlabel fragrance-free atau bebas pewangi. Hal ini dapat diterapkan pada sabun, pelembap, deterjen, dan produk lain yang bersentuhan dengan kulit anak.

3. Mandi dengan Air Hangat

Anak tetap perlu mandi untuk menjaga kebersihan. Namun, hindari air yang terlalu panas karena dapat membuat kulit semakin kering.

Gunakan air hangat dan batasi waktu mandi sekitar 5–10 menit. Gunakan pembersih yang lembut dan bebas pewangi jika diperlukan.

Setelah mandi, keringkan kulit dengan cara menepuk menggunakan handuk secara perlahan. Hindari menggosok kulit terlalu keras.

4. Segera Gunakan Pelembap Setelah Mandi

Setelah mandi, kulit masih memiliki sedikit kelembapan. Pada waktu tersebut, pelembap dapat segera digunakan untuk membantu mempertahankan kelembapan kulit.

AAD menyarankan pelembap diaplikasikan segera setelah mandi dan kembali digunakan ketika kulit terasa kering.

5. Pilih Pakaian yang Nyaman

Pakaian yang kasar, terlalu ketat, atau membuat anak kepanasan dapat memperburuk iritasi.

Pilih pakaian yang longgar dan nyaman. Bahan katun dapat menjadi pilihan untuk pakaian yang bersentuhan langsung dengan kulit. Hindari bahan yang membuat anak merasa gatal atau panas.

6. Perhatikan Deterjen

Sisa deterjen pada pakaian dapat bersentuhan dengan kulit anak sepanjang hari.

Untuk anak dengan kulit sensitif, orang tua dapat mempertimbangkan deterjen yang ditujukan untuk kulit sensitif dan menghindari pelembut pakaian atau produk beraroma kuat jika terbukti menyebabkan iritasi. Pastikan pakaian dibilas dengan baik.

7. Jaga Kuku Anak Tetap Pendek

Rasa gatal dapat membuat anak terus menggaruk. Kuku yang panjang dapat menyebabkan kulit terluka.

Potong kuku anak secara rutin dan jaga agar ujungnya tetap halus. Pada anak yang sering menggaruk saat tidur, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai cara yang aman untuk mengurangi garukan.

Bagaimana Mengatasi Rasa Gatal pada Anak?

Rasa gatal merupakan bagian yang cukup mengganggu pada eksim. Ketika anak menggaruk, kulit dapat semakin rusak dan rasa gatal dapat semakin sulit dikendalikan.

Orang tua dapat membantu dengan menjaga kelembapan kulit, menghindari panas berlebihan, memilih pakaian yang nyaman, serta menjaga kuku anak tetap pendek.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan wet wrap therapy atau terapi balutan basah untuk membantu meningkatkan kelembapan kulit dan mengurangi keinginan menggaruk. Terapi ini sebaiknya dilakukan berdasarkan arahan dokter.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Eksim Kambuh?

Eksim dapat mengalami periode membaik dan kemudian kambuh kembali. Ketika flare terjadi, orang tua dapat kembali fokus pada perawatan kulit dan mengikuti rencana pengobatan yang telah diberikan dokter.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Gunakan pelembap secara rutin.
  2. Hindari produk yang mengandung pewangi.
  3. Hindari panas dan keringat berlebihan.
  4. Gunakan pakaian yang nyaman.
  5. Kurangi kebiasaan menggaruk.
  6. Perhatikan kemungkinan pemicu.
  7. Gunakan obat yang diresepkan dokter sesuai petunjuk.

Dermatitis atopi memang dapat mengalami kekambuhan meskipun kulit anak sudah sempat membaik. Perawatan yang konsisten dapat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan flare.

Apakah Anak dengan Eksim Harus Menghindari Makanan Tertentu?

Tidak semua anak dengan eksim memiliki alergi makanan.

Ketika eksim kambuh, orang tua mungkin langsung menghubungkannya dengan makanan tertentu. Namun, sebaiknya jangan melakukan eliminasi berbagai jenis makanan tanpa alasan medis.

Jika terdapat dugaan hubungan antara makanan tertentu dengan gejala anak, konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Pembatasan makanan yang tidak diperlukan dapat berpengaruh terhadap asupan nutrisi anak.

Apakah Eksim pada Anak Bisa Sembuh?

Eksim, terutama dermatitis atopi, merupakan kondisi yang dapat berlangsung lama dan mengalami periode kambuh serta membaik.

Sebagian anak mengalami perbaikan seiring bertambahnya usia, sedangkan sebagian lainnya dapat tetap mengalami kekambuhan. Saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan dermatitis atopi secara permanen, tetapi pengobatan dan perawatan yang tepat dapat membantu mengendalikan gejalanya.

Karena kondisi setiap anak berbeda, dokter dapat membantu menentukan rencana perawatan berdasarkan usia, tingkat keparahan, lokasi ruam, dan respons terhadap pengobatan.

Kapan Anak dengan Eksim Perlu Diperiksa Dokter?

Tidak semua kulit kering atau gatal berarti eksim. Pemeriksaan diperlukan jika orang tua belum yakin mengenai penyebab keluhan atau gejalanya terus berulang.

Anak sebaiknya diperiksakan apabila:

  • Gatal sangat mengganggu tidur
  • Ruam semakin luas
  • Kulit sering terluka karena garukan
  • Keluhan terus kambuh
  • Perawatan kulit di rumah tidak membantu
  • Kulit terasa nyeri atau membengkak
  • Muncul cairan atau nanah
  • Kulit menjadi berkerak
  • Anak mengalami demam atau terlihat tidak sehat

Dokter dapat melakukan pemeriksaan kulit dan menanyakan kapan gejala dimulai, bagian tubuh yang terkena, faktor yang memperburuk atau memperbaiki keluhan, serta riwayat kondisi serupa dalam keluarga.

Waspadai Tanda Infeksi

Kulit anak dengan dermatitis atopi dapat lebih rentan mengalami infeksi, terutama ketika sering digaruk hingga terluka.

Perhatikan apabila muncul:

  • Cairan dari kulit
  • Nanah
  • Kerak
  • Pembengkakan
  • Nyeri
  • Kulit terasa hangat
  • Luka yang semakin memburuk
  • Demam

Jika tanda tersebut muncul, sebaiknya anak diperiksa oleh dokter. Infeksi pada kulit membutuhkan penanganan yang berbeda dan tidak cukup hanya dengan menggunakan pelembap.

Perawatan Kulit Sensitif Anak di Semarang

Cuaca panas dan keringat dapat menjadi salah satu faktor yang membuat kulit sensitif terasa semakin tidak nyaman. Karena itu, orang tua di Semarang perlu memperhatikan kondisi kulit anak terutama ketika cuaca sedang panas.

Namun, pemicu eksim tidak selalu sama pada setiap anak. Yang terpenting adalah menjaga kelembapan kulit, menggunakan produk yang lembut, dan mengenali faktor yang membuat keluhan semakin berat.

Jika anak mengalami kulit kering, gatal, ruam, atau eksim yang sering kambuh, orang tua dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penilaian yang sesuai.

Klinik Alunan Bunda Semarang menyediakan layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk layanan terkait kesehatan kulit. Konsultasi dapat membantu orang tua mengetahui langkah perawatan yang sesuai dengan kondisi kulit anak.

FAQ Eksim pada Anak

Apakah eksim pada anak sama dengan dermatitis atopi?

Tidak sepenuhnya. Eksim adalah istilah yang mencakup beberapa kondisi kulit, sedangkan dermatitis atopi merupakan salah satu jenis eksim dan merupakan bentuk yang paling umum pada anak.

Apakah eksim pada anak menular?

Tidak. Dermatitis atopi tidak menular dan tidak dapat berpindah dari satu anak ke anak lainnya.

Apakah anak dengan eksim boleh mandi setiap hari?

Anak tetap dapat mandi. Gunakan air hangat, bukan panas, batasi waktu mandi sekitar 5–10 menit, dan pilih pembersih yang lembut serta bebas pewangi jika diperlukan. Setelah mandi, gunakan pelembap.

Pelembap seperti apa yang cocok untuk kulit anak dengan eksim?

Pelembap berbentuk krim atau salep yang bebas pewangi umumnya lebih disarankan untuk kulit dengan dermatitis atopi. Pemilihan produk tetap dapat disesuaikan dengan kondisi dan respons kulit masing-masing anak.

Mengapa eksim anak sering kambuh?

Eksim dapat mengalami flare-up yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kulit kering, cuaca, keringat, produk tertentu, pewangi, deterjen, pakaian, atau stres. Pemicu dapat berbeda pada setiap anak.

Kapan anak dengan eksim perlu dibawa ke dokter?

Periksakan anak jika gejalanya semakin berat, sering kambuh, mengganggu tidur, tidak membaik dengan perawatan dasar, atau muncul tanda infeksi seperti cairan, nanah, pembengkakan, nyeri, atau demam.

Kesimpulan

Eksim pada anak dapat menyebabkan kulit kering, gatal, bersisik, dan mengalami iritasi. Pada anak, bentuk eksim yang paling umum adalah dermatitis atopi.

Perawatan kulit yang konsisten menjadi bagian penting dalam mengendalikan kondisi tersebut. Orang tua dapat membantu dengan menggunakan pelembap secara rutin, memilih produk bebas pewangi, memandikan anak dengan air hangat, memilih pakaian yang nyaman, menjaga kuku tetap pendek, serta mengenali pemicu yang dapat menyebabkan kekambuhan.

Jika keluhan semakin berat, sering kambuh, mengganggu tidur, atau muncul tanda infeksi, sebaiknya anak diperiksa oleh dokter. Dengan diagnosis dan perawatan yang tepat, gejala eksim dapat dikendalikan sehingga anak dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

Artikel dari

Klinik Alunan Bunda Semarang

Artikel Lainnya
Klinik Alunan Bunda

Temukan informasi kesehatan lainnya

Baca artikel kesehatan ibu, bayi dan anak lainnya.

Lihat Semua Artikel