Artikel Kesehatan

Mengenal Fototerapi Kulit: Prosedur, Manfaat, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

06 October 2026 Klinik Alunan Bunda
Mengenal Fototerapi Kulit: Prosedur, Manfaat, dan Hal yang Perlu Diperhatikan - Klinik Alunan Bunda Semarang

Fototerapi merupakan salah satu pilihan perawatan dalam bidang dermatologi yang menggunakan cahaya dengan dosis tertentu untuk membantu menangani berbagai kondisi kulit.

Terapi ini berbeda dengan sekadar berjemur di bawah sinar matahari. Dalam fototerapi medis, jenis cahaya, dosis, durasi, serta frekuensi paparan dapat diatur berdasarkan kondisi kulit dan tujuan perawatan.

Fototerapi dapat digunakan pada beberapa masalah kulit, seperti psoriasis, dermatitis atau eksim, vitiligo, dan beberapa kondisi kulit lainnya. Jenis terapi yang diberikan tentu disesuaikan dengan diagnosis dan kondisi masing-masing pasien.

Apa Itu Fototerapi Kulit?

Fototerapi kulit adalah perawatan yang menggunakan sumber cahaya tertentu untuk membantu mengatasi kondisi dermatologis.

Salah satu jenis yang banyak digunakan dalam dermatologi adalah narrowband UVB (NB-UVB). Terapi ini menggunakan rentang tertentu dari sinar ultraviolet B, terutama sekitar 311–312 nm, yang dapat memberikan efek antiinflamasi pada kulit.

Penggunaan cahaya dalam fototerapi dilakukan secara terkontrol. Dokter akan menentukan jenis terapi, dosis awal, durasi paparan, serta jadwal perawatan berdasarkan kondisi pasien.

Apa Manfaat Fototerapi untuk Kulit?

Manfaat fototerapi bergantung pada jenis penyakit kulit yang ditangani.

Pada kondisi tertentu, terapi sinar dapat membantu:

  • Mengurangi peradangan pada kulit.
  • Mengurangi rasa gatal.
  • Membantu mengendalikan gejala penyakit kulit.
  • Membantu memperbaiki tampilan kulit pada kondisi tertentu.
  • Membantu mengembalikan warna kulit pada sebagian kasus vitiligo.
  • Membantu mengendalikan penyakit kulit yang sulit membaik dengan terapi tertentu.

Pada NB-UVB, efek terapi antara lain berkaitan dengan pengurangan aktivitas sel imun yang terlalu aktif pada kulit sehingga membantu mengurangi proses peradangan.

Namun, fototerapi tidak selalu memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Respons terapi dipengaruhi oleh jenis penyakit, kondisi kulit, luas area yang terkena, serta konsistensi menjalani rangkaian perawatan.

Penyakit Kulit Apa yang Dapat Ditangani dengan Fototerapi?

Fototerapi dapat digunakan untuk berbagai kondisi kulit berdasarkan pertimbangan dokter.

1. Dermatitis Atopi

Pada dermatitis atopi, fototerapi dapat menjadi pilihan ketika perawatan yang digunakan sebelumnya belum cukup membantu.

American Academy of Dermatology menyebutkan bahwa dokter kulit dapat mempertimbangkan light therapy pada pasien dermatitis atopi tertentu. Terapi biasanya dilakukan beberapa kali dalam seminggu selama periode yang ditentukan dokter.

2. Psoriasis

Psoriasis dapat menyebabkan bercak atau plak pada kulit yang disertai sisik dan peradangan.

NB-UVB merupakan salah satu bentuk fototerapi yang banyak digunakan untuk beberapa kondisi kulit, termasuk psoriasis.

3. Vitiligo

Vitiligo menyebabkan hilangnya warna alami pada sebagian area kulit.

Fototerapi dapat digunakan untuk membantu proses repigmentasi pada kondisi tertentu. Dokter akan menentukan jenis terapi dan lama paparan berdasarkan kondisi kulit pasien.

4. Penyakit Kulit Lainnya

Selain beberapa kondisi tersebut, fototerapi juga dapat digunakan pada penyakit kulit tertentu seperti mycosis fungoides, polymorphic light eruption, serta beberapa kondisi kulit yang disertai rasa gatal.

Karena setiap penyakit memiliki karakteristik berbeda, pemeriksaan dan diagnosis tetap menjadi langkah penting sebelum menentukan terapi.

Jenis Fototerapi yang Digunakan pada Kulit

Fototerapi bukan hanya terdiri dari satu jenis terapi. Dokter dapat memilih metode yang berbeda berdasarkan penyakit dan tujuan pengobatan.

Narrowband UVB

Narrowband UVB atau NB-UVB menggunakan rentang UVB yang lebih spesifik dibandingkan broadband UVB.

Jenis terapi ini banyak digunakan untuk berbagai penyakit kulit dan dapat diberikan menggunakan perangkat khusus.

Broadband UVB

Broadband UVB menggunakan rentang gelombang UVB yang lebih luas. Dalam praktik dermatologi, dokter dapat memilih NB-UVB dibandingkan broadband UVB untuk kondisi tertentu karena karakteristik terapinya.

UVA dan PUVA

PUVA merupakan bentuk terapi yang menggabungkan obat yang membuat kulit lebih sensitif terhadap cahaya dengan paparan UVA.

Jenis terapi ini memiliki prosedur dan pertimbangan keamanan tersendiri sehingga penggunaannya harus dilakukan berdasarkan indikasi dan pengawasan medis.

Bagaimana Prosedur Fototerapi Dilakukan?

Sebelum memulai terapi, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa kondisi kulit sesuai untuk mendapatkan fototerapi.

Dokter juga dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti:

  • Jenis penyakit kulit.
  • Luas area yang terkena.
  • Jenis kulit.
  • Riwayat pengobatan sebelumnya.
  • Obat yang sedang digunakan.
  • Riwayat sensitivitas terhadap cahaya.
  • Kondisi kesehatan tertentu.

Hal tersebut penting karena beberapa obat dan kondisi medis dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap UV atau memengaruhi keamanan terapi.

Saat terapi berlangsung, pasien akan mendapatkan paparan cahaya dari perangkat fototerapi selama waktu yang telah ditentukan.

Untuk terapi seluruh tubuh, pasien biasanya berdiri di dalam perangkat khusus. Sementara itu, area tertentu dapat mendapatkan terapi dengan perangkat yang lebih terarah.

Berapa Lama Satu Sesi Fototerapi?

Durasi satu sesi tidak sama untuk semua pasien.

Pada awal terapi, waktu paparan biasanya ditentukan secara hati-hati dan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai respons kulit.

Karena dosis dan durasi harus disesuaikan dengan kondisi pasien, seseorang tidak dianjurkan menentukan lama paparan sendiri.

Yang lebih penting adalah mengikuti jadwal dan dosis yang diberikan oleh dokter atau petugas fototerapi.

Berapa Kali Fototerapi Perlu Dilakukan?

Fototerapi biasanya tidak cukup dilakukan hanya satu kali.

Untuk beberapa kondisi, pasien perlu menjalani terapi secara rutin beberapa kali dalam seminggu selama beberapa minggu atau bulan. Sebagai contoh, AAD menyebutkan fototerapi untuk dermatitis atopi sering dilakukan sekitar 2–3 kali per minggu selama beberapa bulan.

Pada NB-UVB, sebagian pasien mulai mengalami perbaikan setelah sejumlah sesi, tetapi jumlah terapi yang diperlukan berbeda-beda.

Konsistensi menjadi salah satu bagian penting dalam menjalani rangkaian fototerapi.

Apakah Hasil Fototerapi Langsung Terlihat?

Umumnya tidak.

Fototerapi membutuhkan beberapa kali sesi sebelum hasilnya dapat dievaluasi. Pada sebagian pasien, perubahan kondisi kulit dapat terlihat secara bertahap selama menjalani rangkaian terapi.

Respons juga berbeda berdasarkan penyakit yang ditangani.

Karena itu, hasil fototerapi sebaiknya tidak dinilai hanya berdasarkan satu atau dua kali sesi.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Fototerapi?

Sebelum menjalani terapi, pasien sebaiknya memberi tahu dokter mengenai kondisi kesehatan dan obat yang sedang digunakan.

Beberapa obat dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap UV. Selain itu, kondisi tertentu juga dapat membuat terapi UV perlu dipertimbangkan kembali.

Pasien juga perlu mengikuti petunjuk mengenai:

  • Produk yang boleh atau tidak boleh digunakan sebelum terapi.
  • Bagian tubuh yang perlu dilindungi.
  • Penggunaan pelindung mata.
  • Aktivitas di luar ruangan.
  • Jadwal terapi berikutnya.

Persiapan tersebut membantu terapi berjalan lebih aman dan sesuai dengan rencana dokter.

Apakah Fototerapi Aman?

Fototerapi dilakukan menggunakan paparan cahaya yang dikontrol, tetapi tetap memiliki potensi efek samping.

Pada NB-UVB, efek samping yang dapat terjadi antara lain:

  • Kulit kemerahan.
  • Rasa gatal.
  • Kulit kering.
  • Sensasi seperti terbakar matahari.
  • Perubahan warna kulit.
  • Pada kondisi tertentu, dapat terjadi lepuhan atau reaksi kulit yang lebih berat.

Jika kulit terasa sangat panas, nyeri, kemerahan berlebihan, atau muncul lepuhan setelah terapi, pasien sebaiknya segera menyampaikan kondisi tersebut kepada petugas atau dokter.

Penggunaan UV dalam jangka panjang juga perlu dipantau karena dapat berhubungan dengan penuaan kulit dan peningkatan risiko kanker kulit. Oleh karena itu, jumlah dan frekuensi terapi perlu dikontrol.

Mengapa Fototerapi Tidak Sama dengan Berjemur?

Fototerapi dan berjemur di bawah sinar matahari bukanlah hal yang sama.

Sinar matahari mengandung berbagai jenis radiasi dengan intensitas yang berubah-ubah. Sementara itu, perangkat fototerapi dapat memberikan rentang cahaya tertentu dengan dosis dan durasi yang dikontrol.

Pada NB-UVB, bagian tertentu dari spektrum UV digunakan untuk tujuan terapi. Beberapa sumber NHS juga menjelaskan bahwa terapi UVB dapat lebih terkontrol dibandingkan paparan sinar matahari karena bagian cahaya yang tidak diperlukan dapat disaring.

Karena itu, pasien tidak sebaiknya mengganti sesi fototerapi dengan berjemur tanpa arahan dokter.

Pentingnya Pelindung Mata Saat Fototerapi

Pada jenis fototerapi tertentu, mata perlu mendapatkan perlindungan khusus.

Pasien biasanya diberikan kacamata atau pelindung mata yang sesuai selama berada di dalam perangkat fototerapi. Pelindung tersebut perlu digunakan sesuai instruksi petugas.

Paparan UV pada mata tanpa perlindungan dapat menyebabkan reaksi seperti terbakar pada mata dan meningkatkan risiko masalah mata tertentu.

Apakah Fototerapi Bisa Dilakukan di Rumah?

Beberapa jenis terapi cahaya memiliki perangkat yang dapat digunakan di rumah. Namun, penggunaan perangkat di rumah tetap perlu mengikuti rekomendasi dan petunjuk dokter.

Khususnya untuk terapi yang menggunakan UV, menentukan dosis sendiri dapat meningkatkan risiko paparan berlebihan.

Jika dokter merekomendasikan terapi di rumah, pasien perlu memahami cara penggunaan alat, lama paparan, frekuensi, serta bagian tubuh yang perlu dilindungi.

Kapan Perlu Berkonsultasi dengan Dokter Kulit?

Konsultasi dengan dokter kulit dapat dilakukan apabila mengalami:

  • Dermatitis atau eksim yang sering kambuh.
  • Psoriasis yang sulit dikendalikan.
  • Vitiligo dengan bercak yang semakin terlihat.
  • Gatal kulit yang menetap.
  • Kelainan warna kulit yang belum diketahui penyebabnya.
  • Keluhan kulit yang tidak membaik dengan perawatan sebelumnya.
  • Kondisi kulit yang mengganggu tidur atau aktivitas.

Dokter akan menentukan terlebih dahulu penyebab keluhan dan apakah fototerapi memang sesuai.

Tidak semua masalah kulit membutuhkan terapi sinar.

Fototerapi Kulit di Semarang

Bagi Anda yang mengalami keluhan kulit di Semarang dan ingin mengetahui apakah fototerapi dapat menjadi salah satu pilihan perawatan, langkah pertama adalah melakukan pemeriksaan kondisi kulit.

Di Klinik Alunan Bunda, Anda dapat berkonsultasi mengenai berbagai keluhan kulit dan mendiskusikan pilihan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Pemeriksaan terlebih dahulu penting agar terapi yang diberikan sesuai dengan diagnosis, kondisi kulit, dan kebutuhan pasien.

FAQ Seputar Fototerapi Kulit

Apakah fototerapi hanya digunakan untuk vitiligo?

Tidak. Fototerapi dapat digunakan untuk beberapa penyakit kulit, termasuk dermatitis atopi, psoriasis, vitiligo, dan kondisi dermatologis tertentu lainnya.

Apakah fototerapi bisa menyembuhkan penyakit kulit secara permanen?

Tidak selalu. Pada banyak kondisi, fototerapi bertujuan membantu mengendalikan atau memperbaiki kondisi kulit. Penyakit dapat kembali muncul setelah terapi pada sebagian pasien.

Berapa kali harus menjalani fototerapi?

Jumlah sesi berbeda-beda. Beberapa terapi dilakukan beberapa kali dalam seminggu selama beberapa minggu atau bulan, tergantung diagnosis dan respons kulit.

Apakah fototerapi terasa sakit?

Sebagian besar sesi berlangsung singkat, tetapi kulit dapat mengalami kemerahan, rasa hangat, gatal, atau sensasi seperti terbakar matahari. Reaksi yang berlebihan perlu dilaporkan kepada petugas.

Apakah boleh berjemur setelah menjalani fototerapi?

Paparan sinar tambahan perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan jumlah paparan UV yang diterima kulit. Ikuti petunjuk dokter mengenai perlindungan kulit dan aktivitas di luar ruangan.

Apakah semua orang dengan penyakit kulit bisa menjalani fototerapi?

Tidak. Dokter perlu menilai jenis penyakit, kondisi kulit, obat yang digunakan, riwayat sensitivitas terhadap cahaya, dan faktor kesehatan lainnya sebelum menentukan terapi.

Kesimpulan

Fototerapi merupakan salah satu metode perawatan dalam dermatologi yang menggunakan cahaya dengan dosis dan durasi terkontrol untuk membantu menangani berbagai kondisi kulit.

Terapi ini dapat digunakan pada beberapa penyakit seperti dermatitis atopi, psoriasis, vitiligo, dan kondisi kulit lainnya. Jenis terapi yang dipilih, jumlah sesi, serta durasinya perlu disesuaikan dengan diagnosis dan respons setiap pasien.

Fototerapi juga bukan sekadar berjemur. Karena melibatkan paparan cahaya, khususnya UV, terapi perlu dilakukan dengan dosis yang tepat dan memperhatikan keamanan kulit serta mata.

Jika memiliki keluhan kulit yang menetap atau sering kambuh, pemeriksaan dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan apakah fototerapi merupakan pilihan yang sesuai.

Artikel dari

Klinik Alunan Bunda Semarang

Artikel Lainnya
Klinik Alunan Bunda

Temukan informasi kesehatan lainnya

Baca artikel kesehatan ibu, bayi dan anak lainnya.

Lihat Semua Artikel