Artikel Kesehatan

Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya

📅 03 August 2026 🏥 Klinik Alunan Bunda Semarang
Penyebab Anak Susah BAB dan Cara Mengatasinya

Susah buang air besar (BAB) atau sembelit merupakan salah satu keluhan yang cukup sering dialami anak. Kondisi ini dapat membuat anak merasa tidak nyaman, rewel, bahkan takut untuk BAB karena merasa sakit. Akibatnya, anak justru semakin menahan keinginan BAB sehingga masalah sembelit menjadi semakin berat.

Perlu diketahui bahwa frekuensi BAB setiap anak bisa berbeda-beda. Ada anak yang BAB setiap hari, ada pula yang hanya beberapa kali dalam seminggu tetapi tetap normal selama tinjanya lunak dan anak tidak kesakitan. Yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sering anak BAB, tetapi juga konsistensi tinja dan apakah BAB menyebabkan rasa nyeri.

Dengan mengetahui penyebab sembelit serta cara mengatasinya, orang tua dapat membantu anak kembali BAB dengan nyaman dan mengetahui kapan kondisi tersebut memerlukan pemeriksaan dokter.

Apa Itu Susah BAB atau Sembelit?

Sembelit adalah kondisi ketika anak mengalami kesulitan mengeluarkan tinja, frekuensi BAB menjadi lebih jarang dari biasanya, atau tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Anak yang mengalami sembelit biasanya juga merasa nyeri saat BAB sehingga enggan buang air besar.

Penyebab Anak Susah BAB

Ada beberapa penyebab yang paling sering menyebabkan anak mengalami sembelit.

1. Kurang Minum Air Putih

Cairan membantu menjaga tinja tetap lunak.

Apabila anak kurang minum, tinja dapat menjadi lebih keras sehingga sulit dikeluarkan.

2. Kurang Mengonsumsi Serat

Serat membantu memperlancar sistem pencernaan.

Anak yang jarang makan:

  • Sayur.
  • Buah.
  • Biji-bijian.

lebih berisiko mengalami sembelit.

3. Menahan BAB

Sebagian anak sengaja menahan BAB karena:

  • Sedang bermain.
  • Takut menggunakan toilet.
  • Pernah merasakan BAB yang sakit.

Kebiasaan ini membuat tinja semakin keras karena terlalu lama berada di usus.

4. Perubahan Pola Makan

Perubahan menu makanan, mulai MPASI, atau perubahan kebiasaan makan dapat memengaruhi pola BAB anak untuk sementara waktu.

5. Kurang Aktivitas Fisik

Anak yang jarang bergerak cenderung memiliki pergerakan usus yang lebih lambat.

Aktivitas fisik membantu merangsang kerja saluran pencernaan.

6. Konsumsi Susu Berlebihan

Pada sebagian anak, konsumsi susu dalam jumlah berlebihan tanpa diimbangi makanan berserat dapat meningkatkan risiko sembelit.

7. Kondisi Medis Tertentu

Meskipun lebih jarang, sembelit dapat disebabkan oleh:

  • Gangguan pada usus.
  • Kelainan bawaan.
  • Gangguan hormon.
  • Efek samping obat-obatan.

Kondisi ini memerlukan pemeriksaan oleh dokter.

Gejala Anak Mengalami Sembelit

Beberapa tanda yang sering muncul antara lain:

  • BAB kurang dari biasanya.
  • Tinja keras dan kering.
  • Anak mengejan kuat saat BAB.
  • Menangis atau kesakitan saat BAB.
  • Perut terasa kembung.
  • Nafsu makan menurun.
  • Anak menahan keinginan BAB.
  • Kadang muncul sedikit darah pada tinja akibat luka di sekitar anus.

Cara Mengatasi Anak Susah BAB di Rumah

Jika sembelit masih ringan, orang tua dapat mencoba beberapa langkah berikut.

1. Perbanyak Minum Air Putih

Pastikan anak mendapatkan cairan yang cukup sesuai usianya.

Untuk bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif, lanjutkan pemberian ASI sesuai kebutuhan.

2. Berikan Makanan Tinggi Serat

Perbanyak konsumsi:

  • Pepaya.
  • Pir.
  • Apel.
  • Prune.
  • Brokoli.
  • Bayam.
  • Wortel.
  • Oatmeal.

Tambahkan serat secara bertahap agar anak lebih mudah beradaptasi.

3. Biasakan Jadwal BAB

Ajak anak duduk di toilet selama beberapa menit setiap hari, misalnya setelah sarapan atau makan malam.

Jangan memaksa atau memarahi anak apabila belum berhasil BAB.

4. Dorong Anak Lebih Aktif Bergerak

Bermain, berjalan, atau aktivitas fisik sesuai usia dapat membantu memperlancar gerakan usus.

5. Kurangi Kebiasaan Menahan BAB

Ajarkan anak untuk segera ke toilet ketika mulai merasa ingin BAB.

Semakin lama tinja ditahan, semakin keras konsistensinya.

6. Hindari Memberikan Obat Pencahar Tanpa Anjuran Dokter

Obat pencahar hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dokter karena jenis dan dosisnya harus disesuaikan dengan usia serta kondisi anak.

Makanan yang Membantu Melancarkan BAB

Beberapa makanan yang baik untuk membantu mengatasi sembelit antara lain:

  • Pepaya.
  • Pir.
  • Kiwi.
  • Jeruk.
  • Pisang matang (bukan yang masih mentah).
  • Sayuran hijau.
  • Ubi.
  • Gandum utuh.

Lengkapi dengan asupan air yang cukup agar serat bekerja lebih optimal.

Kapan Anak Harus Dibawa ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila:

  • Anak tidak BAB selama beberapa hari dan tampak kesakitan.
  • Tinja sangat keras dan sulit keluar.
  • Terdapat darah pada tinja.
  • Perut membengkak.
  • Anak muntah.
  • Berat badan tidak bertambah atau justru menurun.
  • Sembelit sering berulang.
  • Keluhan tidak membaik meskipun sudah dilakukan perubahan pola makan.

Dokter akan mencari penyebab sembelit dan memberikan penanganan yang sesuai.

Tanda Bahaya yang Memerlukan Penanganan Segera

Segera bawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami:

  • Nyeri perut hebat.
  • Muntah berulang.
  • Perut sangat buncit.
  • Tidak bisa BAB disertai tidak bisa buang angin.
  • Demam.
  • Anak tampak sangat lemas.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pencernaan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Mencegah Sembelit pada Anak

Orang tua dapat membantu mencegah sembelit dengan cara:

  • Memberikan makanan tinggi serat setiap hari.
  • Memastikan anak cukup minum air putih.
  • Mengajak anak aktif bergerak.
  • Membiasakan jadwal BAB yang teratur.
  • Tidak membiasakan anak menahan BAB.
  • Mengurangi konsumsi makanan olahan secara berlebihan.

FAQ

Berapa kali BAB yang normal pada anak?

Setiap anak memiliki pola BAB yang berbeda. Yang terpenting, tinja tidak keras dan anak tidak merasa nyeri saat BAB.

Apakah susu menyebabkan sembelit?

Pada sebagian anak, konsumsi susu yang berlebihan tanpa diimbangi serat dan cairan dapat meningkatkan risiko sembelit.

Apakah anak yang sembelit boleh diberi buah?

Ya. Buah seperti pepaya, pir, apel, dan kiwi dapat membantu melancarkan BAB karena mengandung serat.

Apakah obat pencahar boleh diberikan sendiri?

Sebaiknya tidak. Penggunaan obat pencahar harus berdasarkan anjuran dokter.

Kapan sembelit harus diperiksa ke dokter?

Segera periksa apabila sembelit berlangsung lama, disertai darah pada tinja, muntah, perut membesar, atau anak tampak sangat kesakitan.

Konsultasikan Keluhan Susah BAB Anak di Klinik Alunan Bunda Semarang

Sembelit yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu kenyamanan, nafsu makan, hingga tumbuh kembang anak. Pemeriksaan sejak dini membantu mengetahui penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai.

Klinik Alunan Bunda Semarang menyediakan layanan dokter anak, pemeriksaan kesehatan anak, konsultasi tumbuh kembang, imunisasi, serta layanan kesehatan ibu dan anak lainnya. Dokter akan mengevaluasi penyebab susah BAB dan memberikan saran mengenai pola makan, kebutuhan cairan, maupun terapi yang sesuai apabila diperlukan.

Berlokasi di Kalicari, Pedurungan, Semarang, Klinik Alunan Bunda mudah dijangkau dari wilayah Semarang Timur, Tlogosari, Gayamsari, dan sekitarnya.

Apabila anak mengalami susah BAB yang tidak kunjung membaik atau disertai tanda bahaya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.