Artikel Kesehatan

Penyebab Bayi Rewel Terus dan Cara Menenangkannya

📅 03 August 2026 🏥 Klinik Alunan Bunda Semarang
Penyebab Bayi Rewel Terus dan Cara Menenangkannya

Menangis adalah cara bayi berkomunikasi untuk menyampaikan kebutuhan atau rasa tidak nyaman. Namun, ketika bayi terus-menerus rewel dan sulit ditenangkan, banyak orang tua menjadi khawatir apakah kondisi tersebut masih normal atau merupakan tanda adanya masalah kesehatan.

Sebenarnya, bayi rewel tidak selalu disebabkan oleh penyakit. Rasa lapar, popok basah, mengantuk, kolik, tumbuh gigi, hingga lingkungan yang terlalu ramai dapat membuat bayi menjadi lebih mudah menangis. Meski demikian, ada kondisi tertentu yang memerlukan pemeriksaan dokter, terutama jika kerewelan disertai demam, sulit menyusu, atau bayi tampak lemas.

Dengan memahami penyebab bayi rewel dan cara menenangkannya, orang tua dapat memberikan perawatan yang tepat sekaligus mengetahui kapan harus mencari bantuan medis.

Apakah Bayi Rewel Itu Normal?

Ya. Bayi, terutama pada usia 0–3 bulan, dapat menangis atau rewel selama beberapa jam dalam sehari. Menangis merupakan cara alami bayi untuk menyampaikan rasa lapar, tidak nyaman, lelah, atau kebutuhan lainnya.

Selama bayi tetap menyusu dengan baik, berat badan bertambah sesuai usia, dan tidak menunjukkan tanda sakit, kerewelan biasanya masih termasuk normal.

Penyebab Bayi Rewel Terus

Berikut beberapa penyebab paling umum bayi menjadi rewel.

1. Lapar

Ini merupakan penyebab yang paling sering terjadi.

Tanda bayi lapar antara lain:

  • Mengisap jari atau tangan.
  • Mencari puting.
  • Membuka mulut ketika pipinya disentuh.
  • Menangis yang semakin keras jika tidak segera disusui.

2. Popok Basah atau Kotor

Popok yang penuh dapat membuat bayi merasa tidak nyaman.

Periksa apakah:

  • Popok basah.
  • Bayi buang air besar.
  • Kulit mulai kemerahan akibat ruam popok.

3. Mengantuk

Bayi yang terlalu lelah justru sering menjadi lebih sulit tidur dan lebih mudah menangis.

Tanda bayi mengantuk meliputi:

  • Mengucek mata.
  • Menguap.
  • Menatap kosong.
  • Menjadi lebih sensitif terhadap suara.

4. Kolik

Kolik adalah kondisi ketika bayi menangis dalam waktu lama tanpa penyebab yang jelas.

Biasanya terjadi pada:

  • Bayi usia di bawah 3–4 bulan.
  • Sore hingga malam hari.
  • Menangis lebih dari 3 jam sehari, lebih dari 3 hari dalam seminggu.

Kolik umumnya akan membaik seiring bertambahnya usia bayi.

5. Tumbuh Gigi

Saat gigi mulai tumbuh, bayi dapat mengalami:

  • Gusi bengkak.
  • Lebih sering menggigit benda.
  • Air liur lebih banyak.
  • Rewel, terutama pada malam hari.

6. Perut Kembung

Udara yang tertelan saat menyusu dapat menyebabkan perut bayi terasa tidak nyaman.

Gejalanya meliputi:

  • Perut terasa keras.
  • Bayi sering kentut.
  • Menarik kaki ke arah perut.
  • Menangis setelah menyusu.

7. Suhu Lingkungan Tidak Nyaman

Bayi dapat menjadi rewel apabila:

  • Terlalu kepanasan.
  • Terlalu kedinginan.
  • Mengenakan pakaian yang terlalu tebal.
  • Berada di tempat yang terlalu bising.

8. Sedang Sakit

Beberapa penyakit dapat membuat bayi menjadi lebih rewel, seperti:

  • Demam.
  • Batuk dan pilek.
  • Infeksi telinga.
  • Sembelit.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Alergi susu atau makanan tertentu.

Jika bayi tampak sakit, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan.

Cara Menenangkan Bayi yang Rewel

Apabila bayi terus menangis, orang tua dapat mencoba beberapa cara berikut.

1. Susui Bayi

Pastikan bayi tidak lapar.

Bagi bayi yang mendapat ASI eksklusif, susui sesuai kebutuhan (on demand).

2. Gendong Bayi

Kontak fisik membuat bayi merasa lebih aman dan nyaman.

Menggendong sambil berjalan perlahan sering kali membantu bayi menjadi lebih tenang.

3. Sendawakan Setelah Menyusu

Bayi yang menelan udara saat menyusu dapat merasa tidak nyaman.

Sendawakan bayi setelah menyusu untuk membantu mengeluarkan udara dari lambung.

4. Periksa Popok

Segera ganti popok apabila:

  • Basah.
  • Kotor.
  • Menyebabkan iritasi pada kulit.

5. Ciptakan Suasana yang Tenang

Kurangi rangsangan seperti:

  • Cahaya yang terlalu terang.
  • Suara keras.
  • Banyak orang di sekitar bayi.

Lingkungan yang tenang dapat membantu bayi lebih rileks.

6. Bedong dengan Benar (Untuk Bayi yang Masih Sesuai Usia)

Bedong dapat memberikan rasa nyaman pada bayi baru lahir apabila dilakukan dengan benar dan tidak terlalu ketat.

Hentikan penggunaan bedong ketika bayi mulai bisa berguling.

7. Memandikan dengan Air Hangat

Mandi air hangat sebelum tidur dapat membantu sebagian bayi merasa lebih rileks.

Pastikan suhu air sesuai dan tidak terlalu panas.

8. Pijat Bayi dengan Lembut

Pijatan ringan dapat membantu bayi merasa lebih nyaman dan mempererat ikatan antara orang tua dan bayi.

Tanda Bayi Rewel yang Perlu Diwaspadai

Segera konsultasikan ke dokter apabila bayi rewel disertai:

  • Demam.
  • Sulit menyusu.
  • Muntah berulang.
  • Diare berat.
  • Napas cepat atau sesak.
  • Kejang.
  • Berat badan tidak bertambah.
  • Bayi tampak sangat lemas.
  • Menangis bernada tinggi dan sulit ditenangkan.

Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus Membawa Bayi ke Dokter?

Orang tua sebaiknya membawa bayi ke dokter apabila:

  • Rewel berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas.
  • Bayi tidak mau menyusu.
  • Menangis lebih lama dari biasanya dan sulit ditenangkan.
  • Rewel disertai demam.
  • Bayi mengalami muntah atau diare.
  • Berat badan sulit naik.
  • Orang tua merasa ada perubahan perilaku yang tidak biasa.

Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab dan memberikan penanganan yang sesuai.

Tips Mencegah Bayi Mudah Rewel

Beberapa kebiasaan berikut dapat membantu mengurangi kerewelan pada bayi:

  • Susui bayi sesuai kebutuhannya.
  • Pastikan bayi mendapatkan tidur yang cukup.
  • Sendawakan setelah menyusu.
  • Jaga kebersihan popok.
  • Gunakan pakaian yang nyaman.
  • Hindari lingkungan yang terlalu ramai atau bising.
  • Lakukan kontrol kesehatan secara rutin.

FAQ

Apakah bayi rewel setiap hari masih normal?

Ya, selama bayi tetap menyusu dengan baik, berat badan bertambah, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit.

Mengapa bayi lebih rewel pada malam hari?

Hal ini bisa disebabkan oleh kolik, kelelahan, tumbuh gigi, atau pola tidur yang belum teratur.

Bagaimana cara mengetahui bayi lapar atau hanya ingin digendong?

Bayi yang lapar biasanya menunjukkan tanda seperti mencari puting, mengisap tangan, atau membuka mulut ketika pipinya disentuh.

Apakah kolik berbahaya?

Kolik umumnya tidak berbahaya dan akan membaik seiring bertambahnya usia bayi. Namun, jika bayi tampak sakit atau sulit menyusu, sebaiknya diperiksakan.

Kapan bayi rewel harus dibawa ke dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila kerewelan disertai demam, muntah berulang, sulit menyusu, berat badan tidak naik, sesak napas, atau bayi tampak sangat lemas.

Konsultasikan Bayi yang Sering Rewel di Klinik Alunan Bunda Semarang

Jika bayi Anda sering rewel, sulit ditenangkan, atau menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter anak.

Klinik Alunan Bunda Semarang menyediakan layanan dokter anak, pemeriksaan kesehatan bayi, pemantauan tumbuh kembang, imunisasi, konsultasi laktasi, serta layanan kesehatan ibu dan anak lainnya. Dokter akan membantu mencari penyebab bayi rewel dan memberikan penanganan yang sesuai dengan kondisinya.

Berlokasi di Kalicari, Pedurungan, Semarang, Klinik Alunan Bunda mudah dijangkau dari wilayah Semarang Timur, Tlogosari, Gayamsari, dan sekitarnya.

Dengan pemeriksaan sejak dini, penyebab bayi rewel dapat diketahui lebih cepat sehingga orang tua mendapatkan solusi yang tepat untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan buah hati.